|
admin
|
 |
« on: August 07, 2008, 02:33:31 PM » |
|
Banyak siswa berseragam putih abu-abu memenuhi aula gedung pertemuan Depkes RI. Dalam rangka memperingati hari anak nasional, Depkes mengadakan bincang-bincang tentang kesehatan remaja pada tanggal 4 Agustus 2008. Pembicaranya adalah dr.Boyke Dian Nugraha, SpOG dengan tema “Mengelola Gejolak Remaja” dan “Masa Muda Ceria dan Optimis tanpa Napza” oleh Yayasan Cinta Anak Bangsa. Acara ini dikemas sangat menarik dengan genre remaja yang kuat, sehingga tujuan dari acara ini sangat mengena sasaran. Dr Boyke tanpa segan-segan melantunkan beberapa lagu yang sedang hits, satu diantaranya adalah ”sempurna” yang dilantunkan oleh Gita Gutawa. Dalam seminar itu, dr Boyke mengatakan bahwa ada 2,3 juta aborsi /tahun dan sebagiannya dilakukan oleh remaja. Dan dari 307 kematian ibu yang terjadi di Indonesia, beberapa diantaranya disumbangkan oleh aborsi pada remaja. Karena itu pentingnya pendidikan seks pada remaja, agar mereka mengenal kesehatan reproduksi, sehingga diharapkan tidak terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. Selain itu juga, para orangtua agar terbiasa mengucapkan bahasa tubuh dalam latinnya, seperti tidak menyebut ”dompet” untuk menggantikan kata vagina, dan tidak menyebut ”burung” untuk menggantikan penis. Siswa SMA memberikan repson yang positif terhadap seminar ini, buktinya adalah mereka tidak segan-segan bertanya hal-hal yang masih dianggap tabu, seperti adanya pertanyaan: apakah ada makanan-makanan yang merangsang? Apakah onani pada laki-laki boleh? Bagaimana dengan hukumnya? Apa saja yang dapat membuat pecah selaput dara?. Sekitar 90% laki-laki melakukan onani dan sekitar 60% perempuan melakukan onani. Onani secara medis jika tidak berlebihan tidaklah berbahaya, tetapi sebagai muslim, mahzab Syafi’i mengharamkan onani, sedangkan mahzab Maliki memberikan hukum makruh, penjelasan dr Boyke. Beberapa makanan yang dapat memacu meningkatnya libido, yang disebut sebagai aphrodisia seperti coklat, minuman suplemen, dan daging kambing. Untuk merangsang libido, dalam makanan tidak dikenal takaran, karena sensitivitas seseorang berbeda-beda. Ada orang yang membutuhkan konsumsi yang sedikit ada juga yang banyak, lanjut dr. Boyke Sementara Gilbert, manager champaign dari YCAB menjelaskan tentang Narkoba, yaitu semua zat yang dapat mempengaruhi cara kerja pikiran, perasaan dan kehendak manusia. Sedangkan narkoba berdasarkan cara kerjanya terhadap otak dibagi menjadi 3, yaitu stimulan, depresan, dan halusinogen. YCAB juga menjelaskan bahwa shisha jauh lebih berbahaya terhadap kesehatan dari pada merokok. Bahkan beberapa negara maju sudah melarang shisha, tetapi di Indonesia pemakaian shisha baru mulai menjadi trend.
Dilaporkan oleh Vironica Nurani, staf YPKP
|